WhatsApp

Rahasia Ketajaman Intuisi



Anda tahu khan, status Hoax itu seperti bagaimana. Benernya cuman setitik tapi bungkus bohongnya ada segambreng.

Demikian juga Gosip, anda tahu khan seperti apa cara kerjanya. Kata-kata yang disampaikan oleh narasumber pertama, kalimatnya bisa jauh berbeda ketika sudah disampaikan secara estafet dari mulut ke mulut...

Sebenarnya seperti itulah kurang lebihnya mengenai bimbingan Tuhan kepada setiap insan.

Pada prinsipnya, Tuhan itu tidak bisu. Setiap detik Dia selalu kasih bimbingan pada kita semua. Dan setiap detik kita juga mendengarnya dan menjalankannya. Tapi....

Karena bimbingan Tuhan itu masuknya ke hati nurani (dirisejati), maka pesan yang masuk dan tertangkap oleh pikiran sadar bisa pas dan tepat atau malah jauh melenceng, tergantung setebal apa hijab jatidiri palsu yang membungkus dirisejati.

Misalnya...
Tuhan kirim pesan agar detik ini kita keluar menjemput rejeki.

Maka yang hijabnya sudah tipis, akan keluar cari rejeki halal. Sedangkan yang hijabnya masih tebal, walau berangkatnya ke mesjid. Tetapi tujuannya bukan untuk sholat, tapi buat nyuri sendal.

Contoh lagi..
Misalnya Tuhan kasih pesan bahwa kita harus didik anak dengan baik.

Maka yang hijabnya tebel, pesan itu sampai ke otaknya malah terdengar seolah Tuhan ngasih dia kuasa penuh untuk mengatur anaknya secara otoriter. memaksakan kehendak agar anaknya ikut semua maunya dia. Kalau anak membantah, langsung aja di cap anak durhaka, dll.

Begitulah.... adanya... Pesan Dari Tuhan bisa menjadi Bias ketika sudah melewati banyak Tabir gelap di dalam diri.

Itu sebabnya, walau kitab suci yang dibaca sama, tapi tiap insan akan punya tafsir yang beda.

Demikian juga, setiap insan hakikatnya secara fitrah. Semua itu sudah punya ilmu laduni. Yaitu kemampuan menterjemahkan pesan Tuhan secara tepat. Tapi karena tebalnya hijab.. maka seolah tertutup..

Begitulah adanya.... apa yang masuk ke dada bisa berubah saat masuk otak, ketika dirisejati masih terbungkus jatidiri palsu...

Kita semua sudah sering mendengar bimbingan Tuhan, lewat hati nurani kita.. tetapi... seperti apa pesan itu saat sampai ke otak kita. Itu semua tergantung sejauhmana kita mengenal diri sejati..

Makanya, Suwung sajalah...

*

Salam Kesadaran
Edi Sugianto, dnasukses.com

*

Artikel terkait : 4 Langkah Mempertajam Intuisi


ads

Silahkan SHARE / BAGIKAN jika anda merasa artikel ini bermanfaat, dan jika anda mau COPAS Artikel ini, sertakan Linknya, agar ada yang bertanggung jawab atas isinya. Terima Kasih.